Thursday, September 15, 2011

Kenapa Saya Suka Trailer Buku?


Menurut saya trailer buku adalah cara yang sangat asyik untuk mempromosikan buku baru.  Pada prinsipnya trailer buku sama saja dengan trailer film, sama-sama dirancang untuk membuat orang penasaran pada film atau buku yang akan atau sedang diluncurkan.

Perbedaan yang sangat jelas adalah, dalam pembuatan trailer film, bahan-bahannya sudah lengkap, baik materi audio maupun visual.  Dalam pembuatan trailer buku, kita harus menerjemahkan bahasa cetak ke dalam bahasa audio-visual.

Jika buku yang kita promosikan banyak ilustrasinya, materi visual tidak akan menjadi masalah.  Tapi bagaimana jika tidak?  Bagaimana jika ilustrasi hanya ada di sampul buku?
Seorang videografer yang membuat trailer buku harus menyampaikan rasa yang ada di dalam naskah, tanpa memberikan "bocoran" atau gambaran yang terlalu gamblang.  Kesan misterius tetap harus ada.  Apalagi sebagian besar pembaca lebih suka membayangkan visualisasi sendiri tentang tokoh yang diceritakan dalam buku.  

Durasi trailer buku biasanya antara satu hingga tiga menit.  Materi audio bisa berupa pembacaan penggalan naskah, penceritaan kembali secara terpenggal-penggal, atau pertanyaan-pertanyaan yang membuat penasaran.  Sementara materi visual bisa berupa gambar-gambar situasi, objek, atau karakter yang tidak terlalu jelas rupanya.

Lalu pentingkah memasukkan musik sebagai materi audio?  Sangat penting!  Menurut saya, musik bisa membangun emosi, dan karenanya hal-hal yang akan disampaikan bisa lebih cepat diserap oleh otak dan masuk ke dalam hati.


No comments:

Post a Comment