Tuesday, September 11, 2012

ORISINALITAS DAN KESEMPURNAAN DALAM PENULISAN LAGU

Rekan penulis lagu,
     Pernahkah Anda merasa kecewa karena dianggap memplagiat lagu orang lain? Sebagaimana pernah saya sebutkan, melodi adalah rangkaian ritme dan titi nada. Maka melodi bisa dianalogikan dengan deretan angka yang dicetak dengan ukuran dan ketebalan font yang berbeda-beda. Dengan demikian tentu kesamaan pola antara satu melodi dengan yang lain adalah hal yang sangat mungkin terjadi.
     Namun demikian, sebagai pekerja kreatif kita harus berjuang maksimal atas nama kesempurnaan karya. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan tidak orisinalnya karya kita. Bagaimana caranya?
  1. Menulis lagu adalah pekerjaan hati.  Oleh karena itu sangat penting untuk bergerak dari penghampaan diri, agar hati siap untuk bekerja.  Awali dengan doa penuh kerendahan hati pada Sang Maha Pencipta, memohon agar hati kita dijejali-Nya dengan gumpalan rasa tertentu yang siap ditumpahkan dengan liar.  Kalau pun hati sudah dalam keadaan kecamuk rasa yang kuat, doa tetap harus dipanjatkan agar proses kreatif mengalir sempurna.  Sesungguhnya daya kreasi yang kita punya itu hanya pinjaman dari-Nya.  Ya Allah, hamba mohon dengan sangat, jadikan lagu ini orisinal, merdu, bermakna, dan bermanfaat.
  2. Setiap kali selesai merangkai ritme dan titi nada, kita harus bertanggung jawab dengan memperdengarkannya pada orang-orang yang bisa dipercaya musikalitas dan integritasnya.  Tanyakan, “Kamu ingat apa setelah mendengarkan lagu tadi?”  Jawaban yang kita dapat bisa bermacam-macam, seperti:  “Saya ingat hujan, saya ingat hutan, saya ingat kerinduan, saya ingat kematian.”  
  3. Yang harus kita waspadai adalah bila orang yang kita tanya menjawab:  “Saya ingat lagu ini/itu/anu.”  Jika ini terjadi maka bersegeralah mendengarkan dengan teliti dan berulang-ulang lagu yang dimaksud dan catatlah bagian mana yang mirip karya orang lain.  Bila memungkinkan, tuliskan notasi kedua lagu yang dianggap mirip, dan periksalah di mana letak kemiripannya.  Setelah itu buatlah manuver dalam pola-pola ritme dan titi nada, agar lagu kita menjadi orisinal.
  4.  Setiap kali selesai merangkai kata, jangan langsung berpuas diri.  Kita harus bertanggung jawab dengan mempertanyakan apa pesan di balik semua kata yang tertera.  Adakah bagian-bagian yang harus diganti, dibuang, ditambah, atau dikurangi?  Adakah bait yang bisa dibuat berima?  Bagaimana perasaan orang ketika membacanya?
  5. Tundukkan kepala dan hati, agar tidak hanya siap menuai pujian tapi juga berlapang dada menerima kritik.  Jangan pernah lelah untuk terus memperbaiki.  Jangan menyerahkan demo lagu dengan ketukan yang berantakan, atau lirik yang sulit ditangkap maksudnya.  Hal ini akan mengurangi kesempurnaan karya.
Bagi saya pribadi, lebih sulit menjaga orisinalitas jika saya memulai dari melodi.  Hal ini sangat wajar, karena sebagai penikmat musik otak kita dengan sendirinya merekam melodi-melodi tertentu yang mendapat tempat khusus di dalam hati.  Tapi bukan berarti saya tidak pernah mulai dari melodi.  Tentu ada cara-cara tertentu yang bisa ditempuh agar orisinalitas tetap terjaga.  Antara lain dengan sama sekali tidak mengingat lagu orang lain atau musisi lain, tak peduli betapa kita menggemarinya.  Ini penting karena dalam proses kreatif penulisan lagu, kita harus lepas dari pengaruh luar.  Menulis lagu adalah melakukan perjalanan ke dalam diri sendiri: menggali rasa di dalam hati sendiri, membongkar memori rasio dari otak sendiri.

Seperti halnya menulis cerita yang bisa dimulai dari konflik, atau karakter, atau latar, menulis lagu juga bisa berangkat dari titik-titik yang berbeda.  Adapun teknik-teknik penulisan lagu adalah sebagai berikut:

1        MULAI DARI LIRIK.  Ini teknik menulis lagu yang jadi favorit saya.  Saya punya dua alasan kuat.  Pertama, karena saya seorang pengarang maka lebih mudah bagi saya untuk menggali rasa lewat kata.  Bagi saya, lirik yang bagus akan “berbunyi” di dalam hati dan menyusun melodinya sendiri.  Kedua, cara ini memudahkan saya untuk menghasilkan karya yang orisinal, karena skemata saya adalah isi hati saya sendiri.  Prosedur penulisan lagu yang dimulai dari lirik adalah:
  • Penuhi hati dengan satu rasa tertentu
  •  Tumpahkan rasa ke dalam kata
  •  Pikirkan irama dan suasana lagu
  • Susun ritme dan titi nada

2        MULAI DARI MELODI (TITI NADANYA).  Untuk menjaga orisinalitas, saya sangat menghindari mengingat lagu atau musisi yang saya tahu.  Caranya adalah:
  • Mulai dari deretan angka di sekitar, misalnya nomor telepon atau rekening lalu bunyikan
  • Penuhi hati dengan satu rasa tertentu, lalu gerakkan deretan angka itu dengan ritme tertentu
  •  Lanjutkan melodi hingga menjadi kalimat utuh
  • Isi melodinya dengan lirik
3        MULAI DARI MELODI (RITMENYA).  Kita bisa melatih kemampuan ritmis dengan memanfaakan lingkungan sekitar.  Caranya adalah:
  • Dengarkan ritme-ritme yang menarik di sekitar kita, misalnya tetesan hujan di genteng, suara lemari es yang menjelang rusak, suara AC tua, atau orkes kodok di halaman.  Ikuti iramanya—bisa dengan ketukan atau decakan lidah--lalu rekam.
  • Penuhi hati dengan satu rasa tertentu, lalu kawinkan ritme tadi dengan titi nada
  • Lanjutkan melodi hingga menjadi kalimat utuh
  • Isi melodinya dengan lirik

6.      MULAI DARI HARMONI.  Teknik ini bisa dianalogikan dengan menata ruangan.  Kita mulai dari mewarnai dinding, baru setelah itu mengatur tata letak barang-barang, dan terakhir membersihkan debu-debu.  Langkah-langkahnya adalah:
  • Ambil alat musik Anda, penuhi hati dengan satu rasa tertentu
  • Mainkan harmoni nada (kord) secara acak mengikuti suasana hati dan rekamlah
  • Mainkan rekaman kord dan susun melodi sesuai dengan kord tersebut
  • Isi melodinya dengan lirik

No comments:

Post a Comment