Jumat, 06 Juli 2007

Selamat Datang

Selamat datang, Nduk, penghuni baru dunia
Sekian lama aku dan ayahmu merindukanmu
Pandanglah kami, Nak
Hiruplah sejuknya udara kasih sayang yang mengelilingi kita
Nikmati hidupmu yang cuma sekali, anakku
Karena hidup itu sendiri adalah mukjizat
Rengkuhlah sebanyak yang bisa kaurengkuh
Jauhkan hatimu dari putus asa
Karena dalam hidup selalu ada harapan
Berbaiksangkalah senantiasa pada Yang Maha Menciptakan
Insya Allah, yang terbaiklah yang akan terjadi padamu

Nak,Mungkin nanti Allah memberimu adik,
Atau tidak
Itu rahasia-Nya
Tapi percayalah, sayang
Berapapun adikmu nanti
Di hatiku dan hati ayahmu selalu ada tempat lapang yang istimewa
Hanya untukmu
Datanglah ke sana, kapanpun kau mau

Bila kau besar nanti, anakku
Kau akan tumbuh menjadi bunga cantik
Kumbang-kumbang akan berdatangan dengan setumpuk janji
Barangkali nanti aku memasang wajah angker pada mereka
Jangan marah, Nak
Aku hanya ingin melindungi kepentinganmu
Suatu saat nanti kita akan berdebat, Nak
Tentang banyak hal
Barangkali nanti aku bersuara tinggi
Barangkali aku marah
Ingatkan aku bila sampai menyakiti perasaanmu
Bila saatmu tiba untuk berjuang nanti, putriku
Pijaklah bumi ini dengan mantap
Berjalanlah lurus menatap ke depan
Jangan pernah merasa takut pada apapun
Kecuali kepada Yang Memberi Hidup
Karena setiap niat buruk mereka yang memberatkan langkahmu
Tidak cukup berharga untuk mengacaukan pikiranmu
Sayangi dirimu, Nak
Berpaculah menggapai dunia,
dengan tetap mengenggam akhirat di dalam hati

PEKERJAAN dan SUKU

Sekedar menjawab rasa penasaran Heidy dan Arsela. Mohon maaf jika ada bagian yang menyinggung. Kesamaan nama tokoh, suku, dan pekerjaan hanyalah merupakan kebetulan dari hasil rekayasa.


Arien orang Jawa
Menanam bakau di rawa-rawa

Arsela orang Sunda
Ternak kerang di Laut Banda

Chatarou orang Ambon
Ternyata Komandan Peleton

Diraparau orang Padang
Ahlinya main gendang

Dadun orang Batak
Pedagang nasi kerak

Heidy orang Bali
Tukang masak nasi kebuli

Jamil orang Makasar
Pemilik pabrik agar-agar

Miss Worm orang Madura
Sehari-hari melatih kera

LOVERS' FIGHT

Buat adek-adekku Ima & Dadun
Love could be dangerous...

I'll always remember
A rainy eve in September
When we stole a double decker
And burst into laughter

It was our first trip together
When you were my navigator
I was the driver
And we were sober

We meant to go to the theater
But ended up in Ciater
We ached with anger
We lost our temper
Over an unimportant matter
And killed each other