Sabtu, 09 Agustus 2014

Word of the Day

provided by TheFreeDictionary




pedantic discuss

Definition:(adjective) Characterized by a narrow, often ostentatious concern for book learning and formal rules.
Synonyms:donnishacademic
Usage:Pedantic and hypercritical, meddlesome and fault-finding, he was a terror to the clerks under him.


Kamis, 17 Juli 2014

Kombinasi Warna Cantik

http://www.thescooterist.com/2011/11/vespa-super.html
     Manusia memang mahluk yang aneh. Terkadang suasana hatinya bisa berubah dalam hitungan detik hanya karena hal kecil. Tadi pagi saya melihat hal indah yang mendadak membuat saya ingin terus tersenyum. Hal yang mungkin remeh buat orang lain tapi sangat penting untuk saya. Meskipun bukan pemakai busana matching, saya menggilai kombinasi warna serasi. Saya seringkali memotret teman-teman yang kebetulan berbusana dengan warna senada, atau yang warna busananya senada dengan makanan yang dia santap, misalnya pemakai baju jingga yang sedang menyantap mie ayam banjir saus, begitulah.
     Mau tahu apa yang saya lihat tadi pagi?  Yakin enggak mau coba tebak dulu? Yakin?
     Dua perempuan mengendarai skuter warna biru permen yang menyejukkan mata. Mereka adalah ibu dan anak perempuannya yang beranjak remaja. Saya tahu karena saya menguping pembicaraan mereka--plis deh, saya bukan cenayang--yang sangat hangat dan cair tentang hal-hal sepele dalam keseharian mereka. Dan mereka kompak mengenakan kulot dan blus lipit merah jambu lembut dengan motif bunga mungil kuning muda dan daun mungil hijau muda. Dan mereka mengenakan helm berwarna pastel yang lembut. Indaaah sekali... Sontak saya menghela napas. Imut sekali cara Allah mengangkat beban dari hati saya, akibat friksi berkepanjangan antara orang-orang tercinta. Untuk beberapa detik senyum saya tak mau pergi dan hati saya terasa hangat. Saya merasa seperti di negeri dongeng yang damai, tanpa rasa sakit dan kemacetan. Alhamdulillah.


Minggu, 01 Juni 2014

Partikel 'pun'

Haya Aliya Zaki, Sokat Rachman

       Partikel pun dipisahkan dari kata yang mendahuluinya, sebab pun sudah hampir seperti kata lepas.  Kecuali untuk dua belas kata yang sudah dianggap padu benar, harus ditulis serangkai.  Kedua belas kata itu adalah adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun.

       Dua belas kata yang ditulis serangkai itu dengan partikel pun berdasarkan PUEYD yang ditetapkan dalam Kepmendiknas tahun 1987.  Walaupun dalam PUEYD 2009 hanya sebagian contoh kata yang disebutkan. Berikut cuplikan PUEYD berdasarkan Permendiknas tahun 2009.

       Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.  Misalnya:

  • Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
  • Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan.
  • Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
  • Jika Ayah membaca di teras, Adik pun membaca di tempat itu.
       Catatan:  Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.  Misalnya:
  • Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.
  • Bagaimanapun juga, tugas itu akan diselesaikannya.
  • Baik laki-laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi.
  • Sekalipun belum selesai, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.
  • Walaupun sederhana, rumah itu tampak asri.
       Berdasarkan itu, saya berkeyakinan kalau kata yang ditulis serangkai masih berpatokan pada PUEYD 1987 yang dua belas kata itu. 

       Untuk mudahnya, dipisah atau tidak partikel pun adalah dengan melihat arti katanya. Kalau partikel pun sama dengan kata 'saja' atau 'juga', maka ditulisnya terpisah.