Monday, June 17, 2019

Biwar Si Pemberani - Ratih Sumiratingratri (AyoDI)



Pada acara Dongeng Kejutan yang diadakan di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Sabtu, 21 April 2018, yang bertepatan dengan Hari Kartini, Ratih membawakan dongeng berjudul Biwar Si Pemberani. Dongeng tersebut bertemakan keberanian seorang anak laki-laki kecil, Biwar dari tanah Papua. Dongeng Kejutan merupakan kegiatan para relawan dari Ayo Dongeng Indonesia, para penjaga mimpi untuk mendongeng secara terbuka di tempat-tempat umum. Ayo Dongeng Indonesia (AyoDI) adalah komunitas sosial yang berkomitmen pada kampanye kegiatan mendongeng bagi anak di Indonesia untuk keceriaan, inspirasi, memotivasi dan pengembangan imajinasi. Cikal bakal komunitas AyoDI dalam awal pendiriannya didukung oleh Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) dan Perpustakaan Nasional sebagai penyelenggara Indonesia Book Fair yang memfasilitasi secara penuh kegiatan awal peluncuran komunitas ini di Istora Senayan.

Wednesday, December 14, 2016

Harmoni Amourest - Luar Biasa [Full HD]



Cipt. Irawan Wijayanto

Saat kau rapuh sebenar-benarnya jatuh
Yakinlah ada kekuatan yang 'kan membuatmu tegar berdiri
Semua jawaban ada di hening bening hatimu
Kau pasti mampu melewatinya
Yakinlah kau luar biasa

REFF:
Hidup ini indah penuh warna-warni
Tetaplah melangkah dan s'lalu tersenyum
Kar'na waktu tak 'kan terulang kembali
Dunia kan terus berputar

Usap air matamu, hapuskanlah dukamu
Ada jalan keluar bila kau mencoba
Kar'na Tuhan tak 'kan mungkin mengujimu
Di luar batas mampumu

Monday, October 10, 2016

There's A Hero by Billy Gilman

There's a flower in the smallest garden, reaching for the light
There's a candle in the darkest corner, conquering the night

There is amazing strength in a willing hand
There are victories that you've never planned
There's a hero in everybody's heart

There's a fire inside of everybody, burning clear and bright
There's a power in the faintest heartbeat that cannot be denied
Go on and trust yourself, you can ride the wind
You're gonna take your dreams where they've never been
There's a hero in everybody's heart

Go on and trust yourself, you can ride the wind
You're gonna take your dreams where they've never been
There's a hero in everybody's heart

Tuesday, October 20, 2015

Indonesian Folktales: Proses Panjang yang Mendebarkan

indonesianfolktales.com
      Di awal 2015, sejak ide website ini dicetuskan oleh Benny Rhamdani dan didukung oleh Ali Muakhir, orang-orang yang ditunjuk secara terbuka di Forum Penulis Bacaan Anak terus merapatkan barisan, mengayun langkah bersama. Pertama adalah para penyeleksi naskah: Nurhayati Pujiastuti, Dian Kristiani, Bambang Irwanto, dan Iwok Abqary, lalu para editor: Veronica Widyastuti, Tethy Ezokanzo, Herlina Sitorus, Aan Diha, dan Triani Retno. Para anggota termasuk saya, berbondong-bondong mengirim naskah. Tentu saja kami berharap naskah kami diterima.
     Saya senang sekali ketika saya diminta menerjemahkan naskah saat sedang dalam penantian. Rupanya website ini akan disajikan dalam dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Saya sangat bersemangat karena ini artinya, jika seandainya naskah saya tak lolos audisi, saya tetap akan punya ruang untuk ikut berkontribusi. Alhamdulillah naskah yang saya kirim diterima. Setelah menerima versi revisi dari Editor, saya mulai menerjemahkan naskah saya sendiri, dengan harapan bisa nyolong start dan meninggalkan jati diri lama saya sebagai Si Mepet Tenggat.

Monday, October 19, 2015

What's Wrong with the Term "Second Language Writers"?


It's this very question that requires critical scrutiny. If some people feel there is anything negative or pejorative about it, that means they have implicitly accepted the idea that being an L2 writer is somehow negative. By avoiding the term without challenging the negative perception, people are inadvertently perpetuating the problem.

It's important to focus on positive aspects of L2 writing and writers, but that cannot be the only thing we do to address the issue. If we ignore the challenges they face, and the need to learn and develop to accomplish their own purposes, or if we simply dismiss other people's negative perceptions and feed them the "correct way" to talk about the issue, we are simply evading the real issue.

I don't do what I do to feel good about myself. I prefer to face the real challenges, even though other people may not see it as pleasant or fashionable. While some may prefer to gentrify the discourse, someone has to do the real work of understanding the situation as it is and promote that understanding so appropriate responses can be developed. It is this kind of work I choose to engage in.

I accept second language writers as they are--with all their amazing accomplishments and daunting challenges they face. I am a second language writer. And I'm proud of it.

Tuesday, September 8, 2015

Mengemas Kenangan

Di antara serpihan yang terserak, keping cemerlang itu berpendar
Melesat, menghampiri, lalu menyesaki benak
Menyapu setiap sudut dalam perjalanan ke masa silam
Memunguti sisa-sisa mimpi yang tercecer
Memburamkan pandangan
Memutar kembali peristiwa lalu yang tak henti berkelebat
Menghirup sepenuh haru aroma manis yang pernah melenakan
Mencecap setiap rasa yang datang silih berganti
Meraba jejak-jejak perjalanan yang bertebaran di sana-sini
Merutuki diri untuk bodohnya satu dusta yang dulu terucap
Dusta atas nama ketidakpercayaan pada luasnya kemungkinan
Dusta yang meluluhlantakkan sebuah harga diri, kepercayaan, harapan
Dan makna 
Maka ruang dan waktu harus terentang
Begitu lebar, panjang, melelahkan dan menyesakkan
Hingga langkah sempat limbung dan akal sehat terombang-ambing
Perih menusuk laksana duri menancapi otak
Tapi mengapa sesal itu terus saja menghunjam,
setelah maaf diberikan tulus dalam genggam? 

Angkat dagu!
Ini saatnya mengemas kenangan
Karena sekarang semua telah mendarat di tempat yang seharusnya
Beranjak
Dan melanjutkan perjalanan
Lalu menatap keping yang sama
Dengan rasa yang baru dari hati yang lapang
Sekuat baja
Semurni emas