Friday, July 6, 2007

BACK TO WORK!




Mulai Senen tanggal 3 April gue udah resmi balik kerja setelah 3 bulan 'pisah ranjang' ama LIA. Amit-amit, hari pertama aja gue udah ngerasa maleeeees banget. Rasanya pengen pensiun hari itu juga--kebayang kan? Alhamdulillah komputer gue rusak berat (lho kok?) jadi kudu diopname ama IT. Malemnya gue bongkar-bongkar lagi barang-barang almarhum Bokap. Akhirnya gue putusin untuk pake tas kerja doski merek President warna hijau daun. Ajaib. Gue jadi timbul semangat untuk balik ke rutinitas kerja: nulis, ngajar, bikin resensi buku en terjemahan. Bokap gak pernah kehilangan semangat, bahkan sampe menjelang hari-hari terakhirnya di RS Pelni dia masih ke sana ke mari ngerjain ini, itu dan anu. Gue pengen banget bisa ngewarisin semangat kerjanya dia. Pengeeeen banget. Tapi yaaaa, itulah, gue cuma manusia biasa yang kadang keinginannya gak sejalan dengan tindak-tanduknya. Hari Rabu gue nengokin komputer gue di IT, dia masih megap-megap. Yaaaa maklumlah, penulis kelas teri, komputernya juga komputer jangkrik yang CPUnya gampang banget kena kram otak. Walaupun nebeng di cubiclenya Wawa asik juga secara di mana-mana ada foto bayi Khansa yang imut dan menggemaskan, tapi namanya orang minjem di mana-mana pasti ada rasa sungkanlah. Orang bilang kerja di mana aja pasti ada enak-nggak enaknya. Mungkin bener juga sich. Tapi poro nayoko projo ing Kurimattes ini rupanya sudah terlalu lama berada dalam suasana kerja yang gak kondusif, selalu di bawah tekanan dan berada dalam ketidakpastian, hidupnya merana dan selalu dicerca. Alhasil terjadilah eksodus yang makin memperberat beban kerja para laskar yang ketinggalan di medan laga. Selama Bokap sakit dan akhirnya kembali menghadap Allah, temen2 gue juga menderita lahir-batin. Alhamdulillah pas makan siang tercapailah kata sepakat dengan para anggota Gerwani (Gerakan Wanita Ingin Pensiun Dini) untuk menetapkan tujuan hidup jangka pendek. Isi kesepakatan itu adalah:

1. Tiap Selasa minggu pertama kita makan siang di luar. Untuk mensukseskan program ini diadakanlah pengiritan dengan cara: yang hari-hari biasa jajan bawa makanan dari rumah, yang biasa naek taksi cari temen supaya bisa naek taksi berjamaah, yang biasanya naek bis jadi naek kereta, dll.

2. Tiap Selasa minggu kedua kita belanja. Supaya gak membuat patah hati penasehat keuangan kondang Safir Senduk, kita gak asal belanja tapi berdasarkan daftar barang-barang yang emang dibutuhkan (bukan sekedar diinginkan) en bila perlu yang bisa dijual untuk mendatangkan keuntungan. Kalo yang terakhir ini gak berlaku buat gue secara gue pernah mengalami kerugian waktu jualan combro di LIA Pramuka dulu, he he

3. Tiap Selasa minggu ketiga kita either nyalon or maenan clay di ruang kelas yang kosong. Salon terdekat en ternyaman ada di bilangan Tebet. Ke sana cuma naek angkot sekali. Jangan tanya namanya salon apa, gue lupa!

4. Tiap Selasa minggu keempat kita nonton DVD (serial, kalo film bioskop kepanjangan kali?) bareng pas jam makan siang. Kenapa Selasa? Soalnya Senen biasanya penuh dengan kehebohan. Rabu dan Jumat biasanya waktu buat kita untuk dibantai sama Komisi Kurikulum. Kamis biasanya hari jungkir balik karena Rabu-nya habis digempur dan Jumat-nya mau 'digamparin' lagi. Walaupun Selasa juga gak janji sich. Sering babak-belur juga. God knows if this plan will work out or not but at least by declaring the above pact, we know that there is something to look forward to.

Ude, jangan baca-baca blog gue mulu. Balik kerja sono! He he he he

1 comment:

  1. Duh Selasanya sangat berwarna..
    Kalo gw Selasa hari bebas. Tapi perasaan juga tiap hari bebas :)

    ReplyDelete