Friday, July 6, 2007

WARNA-WARNI HIDUP

Written on Feb. 20, 2005 at 10:56 PM


Setiap momen dalam hidup kita adalah penggalan dari kisah perjalanan panjang.

Hari ini Alhamdulillah gue slamet. Kamera dijital punya kantor yang gue pikir ilang ternyata gak jadi ilang. Tadi gue udah sempet ngitung2 tabungan en mikir2 mo ngutang ama sapa dulu buat ngeganti tu kamera. Ahh...

Hari ini Alhamdulillah gue dapet lunch gratis. Gudeg pula. Rapat ama Komisi Kurikulum (yang biasanya disesaki debat seram dan suara tinggi) juga berjalan cukup mulus. Bu Febe bawa teri kacang, pake daun jeruk pula. Hmmm... sorrrrga dunia.

Hidup emang penuh warna. Selalu aja ada kejutan2. Selalu ada keajaiban dan kebetulan--yang sesungguhnya udah direncanakan-Nya.


Kemaren gue sempet pusing berat karena buku yang baru dicaci-maki kanan-kiri depan-blakang. Sampe-sampe ada rekan guru yang ujug-ujug masuk kelas gue dan marah-marah, menggugat apa yang tertulis. Hahhhh... Mother Yesso (mbok ya-o)!

Eh kok ndilalah ada testimonial yang sangat menghibur dari DEVINA and SRISNA. Thanks, gals. You're too generous. Itu buku emang gak pantes dipuji juga kok sebenernya (kalo mau jujur) tapi untuk melahirkan empat jilid dalam waktu 3,5 bulan emang bagaikan digodok di kawah Candradimuka. Kluar2 kulit jadi pada melepuh, rambut jadi gimbal, dan perasaan jadi supercallyfragilisticexpealidociously sensi.

Oh... my dearest fellow teachers, there is no such thing as a perfect material, believe me. Also keep in mind that in your hands, if you teach with all your heart, even the worst materials in the world can turn into good fruitful lessons.

No comments:

Post a Comment